Inventarisasi Tanaman Obat di Lokasi Pembangunan Kampus Universitas Sulawesi Barat (Studi Pendahuluan)

  • Phika Ainnadya Hasan Universitas Sulawesi Barat
  • Firman Firman Universitas Sulawesi Barat
  • Nurhidayah Nurhidayah Universitas Sulawesi Barat
Keywords: tanaman obat, dampak negatif pembangunan, keanekaragaman hayati

Abstract

Sejak tahun 2015 universitas sulawesi barat sedang melaksanakan pembangunan kampus. Pembangunan ini melibatkan pembukaan hutan menjadi lahan terbuka. Ini akan menyebabkan penurunan keanekaragaman hewan dan tumbuhan di daerah tersebut. Hingga saat ini belum ada data dari penelitian sebelumnya mengenai keanekaragaman hewan dan tumbuhan di lokasi pembangunan kampus universitas sulawesi barat. Data ini menjadi penting untuk mengetahui perubahan keankeragaman di wilayah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung komposisi jenis tanaman obat di lokasi pembangunan kampus universitas sulawesi barat. Pengumpulan data dilakukan dengan metode angket. Hasil menunjukan bahwa terdapat tujuh jenis tanaman obat, yaitu Muntingia calabura, Ageratum conizoides, Solanum lycopersicum, Psidium guajava, Jatropha curcas, Sauropus androgynous, Phyllanthus niruri, Coleus scutellaroides dan Euphorbia hirta.

References

Arrizqiyani T, Sri S, Mila M. 2018. Aktivitas antibakteri daging buah dan daun pala (Myristica fragrans) terhadap Escherichia coli. Jurnal Vokasi Kesehatan. 4(2):81-84

Jumiarni, WO., Oom K. 2017. Eksplorasi Jenis dan Pemanfaatna Tumbuhan Obat pada Masyarakat Suku Muna di Permukiman Kota Muna. Trad. Med. J. 22(1): 45-56

Kementerian Perdagangan. 2017. Info komoditi tanamn obat. Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia

Mardiyaningsih A, Resmi A. 2014. Development of pandanus amaryllifolius roxb leaves extract as antibacterial agent. Pharmaciana. 4(2): 185-192

Nurrani L. 2013. Pemanfaatan Tradisonal Tumbuhan Alam Berkhasiat Obat oleh Masyarakat disekitar Cagar Alam Tangale. Info BPK Manado. 3(1): 1-22

Nugroho H, Esti R, Dimas BWP, Rendro W. 2016. The Influence of Sambiloto Leaf Extract (Andrographis paniculata Ness.) toward Killing Power Bacteria Leptospira sp. Media litbangkes. 26(2): 77-84

Nuyani S, Saptono P, Darwani. 2017. Pemanfaatan Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava Linn) Sebagai Antibakteri dan Antifungi. Jurna Teknologi Laboratorium. 6(2): 41-45

Octaviani M, Haiyul F, Erenda Y. 2019. Antimicrobial Activity of Ethanol Extract of Shallot (Allium cepa L.) Peels Using the Disc Diffusion Method. Pharmaceutical Sciences and Research. 6(1): 62-68

Peka-Indonesia. 2015. Tumbuhan obat Halimun. http://peka-indonesia.org/wp-content/uploads/2015/02/buku-tanaman-obat.pdf

Ridwan Y, Yasmine QA. 2007. Phytochemical and Anthelmintic Activity against Chicken Tapeworm of Painted nettle (Coleus blumei. benth) varieties In Vitro. Jurnal Protein. 14(1): 17-20

Sikumalay A, Netti S, Machdawaty M. 2016. Efek Antibakteri dari Rebusan Daun Sambiloto (Andrographis paniculata Nees) dan Produk Herbal Sambiloto Terhadap Staphylococcus Aureus. Jurnal Kesehatan Andalas. 5(1): 196-200

Syamsiah. 2014. Eksplorasi Tumbuhan Obat Tradisonal Di Kecamatan Pamboang Kabupaten Majene Sulawesi Barat. Jurnal Bionature. 15(2): 127-136

Widiyati A, Prihadi TH. 2007. Dampak Pembangunan Waduk terhadap Kelestarian Biodiversity. Media Akuakultur. 2(2).
Published
2020-02-08
How to Cite
Ainnadya HasanP., Firman F., & NurhidayahN. (2020). Inventarisasi Tanaman Obat di Lokasi Pembangunan Kampus Universitas Sulawesi Barat (Studi Pendahuluan). SAINTIFIK, 6(1), 63-67. https://doi.org/10.31605/saintifik.v6i1.233